Keadaan Kita Sekarang
Diantara sunnatullah adalah
mengangkat derajat orang yang beriman, menolong mereka atas musuh-musuhnya
walaupun jumlah orang yang beriman itu sedikit sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqoroh
ayat 249 (Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat
mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta
orang-orang yang sabar) sejarah mencatat berapa banyak kemenangan orang yang beriman
walaupun jumlah mereka sedikit.
Akan tetapi
sunnatullah ini mempunyai sebab yang harus dilaksanakan yaitu mendirikan agama
islam secara utuh dan tidak setengah-setengah atau bahkan sesuka hawa nafsunya.
Kebanyakan sebab
yang menjadikan kaum muslim meninggalkan agamanya atau sebagian agamanya adalah
hawa nafsu, hawa nafsu disebabkan antara lain fitnah dunia dan perhiasannya serta
jabatan dan kekuasaan. Kalau kemenangan disebabkan karena mendahulukan akhirat
atas dunia maka kecintaan dunia akan membawa kepada kekalahan dan kehinaan.
Allah berfirman dalam surat
Muhammad ayat 7 : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong
(agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Dalam ayat
tersebut Allah memberikan syarat dari pertolongan Allah yaitu ketika kalian
menegakkan agama Allah di muka bumi ini.
Kesaksian sejarah
di zaman rasulullah shallallahu alihi wasallam yaitu ketika perang uhud ketika
sebagian sahabat lebih mendahulukan dunia daripada printah rasulullah maka
hasilnya adalah kekalahan. Allah berfirman di dalam surat Ali Imron ayat 152 : “Di
antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang
menghendaki akhirat”.
Kesaksian sejarah
lain yaitu ketika menaklukkan Persia dimana Persia pada waktu itu adalah kerajaan
terkuat dan kaum muslimin mengepungnya maka Rustum raja Persia waktu itu mengajak
berunding dan juga ingin memperlihatkan kekuatan Persia dan kekayaannya kepada
kaum muslimin maka dipanggillah pemimpin muslimin saat itu dan raja
mempersiapkan segalanya sampai memnyediakan tempat duduk dari emas dan
dikelilingi pasukan dengan perhiasan dan persenjataannya maka berangkatlah tiga
pemimpin muslimin dan yang pertama kali masuk adalah Rab’I ibn Amir masuk
dengan kudanya menginjak permadaninya sampai diikatlah kudanya, lalu turun
berpegangan dengan pedangnya sampai tiba di tempat duduk raja lalu duduk diatas
tanah dan tidak duduk di tempat yang disediakan mereka kemudian menyampaikan
pesannya.
Pada hari kedua
Saad ibn Hudzaifah yang masuk ke kerajaan, dia masuk dengan kudanya dan tidak
mau turun sampai di tempat duduk Rustum dia menyampaikan pesannya diatas
kudanya.
Hari ketiga
masuklah Mughiroh ibn Syu’bah dan duduk bersama Rustum lalu Rustum menawarkan kekayaan untuknya dan untuk kaum muslimin
dengan catatan tidak memerangi Persia namun Mughiroh menolaknya dan mengajaknya
untuk masuk islam atau membayar jizyah atau berperang.
Pasukan islam
tidak terlena dengan kekayaan, harta dan perhiasan dunia karena di hati mereka
adalah akhirat, lalu runtuhlah kerajaan persia di tangan mereka.
Adapun keadaan
kita sekarang kaum muslimin dilecehkan, sesama muslim saling menyalahkan,
hak-hak beragama berkurang, adzan dibatasi itu semua tidak lain karena
kebanyakan kaum muslimin sudah mendahulukan dunia daripada akhirat, dunia sudah
tertanam di hati mereka, berlomba-lomba mendapatkan kekuasaan walaupun
menyakiti atau bahkan melecehkan saudara seiman. Lihatlah berapa banyak yang
sudah mengkhianati agamanya untuk kepentingan dunia.
Sungguh benar apa yang ditakutkan rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika bersumpa : demi Allah bukan kefakiran yang saya takutkan terhadap kalian akan tetapi saya takut diluaskan harta dunia kepada kalian sebagaimana kepada umat terdahulu sehingga kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba lalu Dunia menghancurkan kalian seperti dunia menghacurkan umat terdahulu. (shohih bukhori) di dalam riwayat lain ( kalian saling berlomba-lomba kemudian saling hasud kemudian saling membelakangi kemudian saling marah) (shohih muslim).
Marilah kita kembali mempelajari agama kita mengamalkannya secara menyeluruh jangan sampai terlena dengan dunia.

0 Response to "Keadaan Kita Sekarang"
Post a Comment