Tafsir surat Al-Maidah ayat 51

Surat Al-Maidah ayat 51:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51)  فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَن تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ (52)


Sebab turunnya ayat ini :
Ada perbedaan ulama tentang sebab turunnya ayat ini antara lain :
  1. Ayat ini turun kepada Ubadah ibn shomit dan Abdullah ibn Ubay dimana Ubadah ibn shomit berlepas diri dari sekutunya yaitu orang yahudi didepan rasulullah sedangkan Abdullah ibn Ubay tetap bersekutu dengan yahudi karena dia takut terkena musibah.
  2.  Orang munafik menolong, membantu orang yahudi bani quraidzoh dan orang nasrani najran, karena mereka juga memberikan kepada orang munafik bantuan makanan dan pinjaman uang. Orang munafik berkata: bagaimana kita memutus kecintaan kami dengan kaum yang memberikan bantuan kepada kami ketika kami sedang kelaparan, memberikan tempat tinggal ketika kami membutuhkan dan memberikan kami buah-buahan lalu Allah menurunkan surat Al-maidah ayat 2 : maka lihatlah orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit mereka bersegera mendekati orang yahudi/nasrani seraya berkata kita takut musibah menimpa kita.
  3. Ayat ini turun kepada Abi lubabah dari suku aus ketika disuruh rasulullah kepada bani Quraidzhoh setelah mereka mengingkari perjanjian, ketika orang yahudi mau megikuti,  Abu lubabah megisyaratkan tangannya dilehernya yang berarti disembelih maka turunlah ayat ini.
  4. Turun kepada sebagian orang muslim setelah kejadian perang Uhud dimana kaum kafir menghancurkan pasukan muslimin. Maka mereka hendak menjadikan yahudi sebagai tempat berlindung dan sebagian Allah melarang mereka.

Tafsir ayat tersebut :

Allah melarang hambanya yang beriman untuk menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai wali mereka karena mereka musuh islam dan pemeluknya kemudian Allah memberitahukan bahwa sebagian mereka (yahudi dan nasrani) menjadikan wali sebagian yang lain. (Tafsir ibnu katsir)

Allah melarang semua orang mukmin untuk mnjadikan yahudi dan nasrani sebagai penolong dan sekutu mereka terhadap umat islam dan Allah menjelaskan barang siapa menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai penolong, sekutu, wali maka mereka adalah bagian dari yahudi dan nasrani yang memusuhi Allah, rasulNya dan orang yang beriman. Allah dan rasulNya berlepas tangan dari mereka. (Tafsir thobari)

Hukum ini tetap sampai hari kiamat didalam pemutusan muwalah sebagaima disebutkan dalam ayat lain (janganlah orang mukmin menjadikan orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang mukmin ( ali imron 27) (tafsir Qurthubi)

Allah taala melarang hambanya yang beriman untuk menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai wali mereka ketika menjelaskan keadaan dan sifat mereka yang tidak baik, sebagian mereka wali sebagian yang lain dan sebagai tangan dari yang lain maka janganlah kalian menjadikan mereka wali karena mereka adalah musuh yang hakiki tidak memperhatikan bahaya kalian, mereka tidak akan memberikan wilayah kecuali kepada sebagian dari mereka. (tafsir sa’di)(kontemporer)

Arti kata Auliya :
Auliya secara bahasa jamak dari kata wali
Wali berarti : orang yang mencitai, teman, penolong
Waliya syaian : memguasai wilayah, kekuasaan dan sulton ( lihat qomus muhit)
Arti kata auliya di dalam alquran :
Tafsir jalalain : tuwallunahum wa tuwadunahum (memberikan wilayah dan mencintai mereka)

Kisah sahabat :
Umar ibn khattab mengetahui bahwa Abu Musa Al asyari di Yaman mengangkat sekretaris dari ahlu dzimmah lalu memerintahkan untuk menggantinya karena tidak pantas bagi seorang muslim memberikan wilayah kepada Ahlu dzimmah karena Allah melarangnya karena mereka tidak menerima nasehat dan tidak amanah dan sebagian mereka menjadi wali dari sebagian yang lain. (ahkamul quran ibnu arabi)

Didalam riwayat lain di dalam tafsir ibnu katsir Umar memerintahkan Abu Musa Al-ayari untuk melaporkan apa yang diambil dan apa diberikan, Abu Musa mempunyai sekretaris beragama nasrani kemudian melaporkannya kepada Umar maka terkejutlah Umar dan berkata: dia Hafal, apakah kamu mau mmbacakan laporan dari syam di masjid? Dia tidak bisa, umar bertanya: apakah dia junub? Tidak, akan tetapi dia nasrani. Umar menghardik dan memukul pahaku dan berkata keluarkan dia kemudian membaca surat al-maidah tersebut.

0 Response to "Tafsir surat Al-Maidah ayat 51"

Post a Comment