Nasehat Abu Darda kepada Damaskus

Abu Darda salah seorang sahabat rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berasal dari bani khazraj, pada zaman jahiliyah beliau dipersaudarakan dengan Abdullah Ibn Rawahah namun beliau lebih dulu masuk islam sedangkan Abu Darda masih menyembah berhala sampai suatu ketika Abdullah ibn Rawahah menghancurkan berhala yang ada dikamarnya dan sadarlah Abu Darda bahwa berhala tidak bisa menyelamatkan dirinya apalagi menyelamatkan orang lain. Berangkatlah Abu Darda ke rumah Abdullah ibn Rawahah yang kemudian mengantarkannya ke masjid rasulullah untuk menyatakan keislamannya.

Abu Darda sebelum masuk islam adalah seorang pedagang, beliau keluarga terakhir yang masuk islam di kampungnya maka setelah masuk islam beliau berusaha mengejar ketertinggalannya dari sahabat-sahabatnya yang sudah dulu masuk islam, beliau mempelajari agama islam, menghafalkan Alquran, dan juga memahami kandungannya sampai-sampai ia tinggalkan perdagangannya untuk memperdalam agama bahkan bukan hanya dagangan namun dunia juga ia tinggalkan.



Pada zaman kholifah Umar ibn Khattab Abu Darda diperintahkan untuk menjadi gubernur di Syam namun beliau menolaknya akan tetapi Umar bersikukuh untuk mengangkatnya sehingga Abu darda berkata : jika kamu rela saya pergi ke sana untuk mengajari rakyatnya kitabullah, sunnah rasulullah dan sholat bersama mereka maka saya akan pergi. Maka Umar rela Abu Darda ke syam bukan sebagai gubernur namun sebagai dai disana.

Ketika sampai di Damaskus Abu Darda mendapati rakyat damaskus hidup dengan kemewahan dan kenikmatan. Melihat keadaan seperti itu Abu Darda mengumpulkan mereka di masjid dan berkata :

Wahai rakyat Damaskus kalian adalah saudara seagama, rumah kalian bertetangga, kalian penolong terhadap musuh.

Wahai rakyat Damaskus apa yang membuat kalian tidak menyukaiku dan tidak menerima nasihatku sedangkan aku tidak mengaharapkan apa-apa dari kalian, nasihatku untuk kalian sedangkan beban hidupku untuk diriku.

Mengapa aku melihat ulama kalian pergi sedangkan orang bodoh diantara kalian tidak mau belajar?
Aku melihat kalian sibuk dengan harta yang sudah Allah jamin sedangkan kalian melupakan perintahnya

Mengapa aku melihat kalian mengumpulkan apa yang tidak kalian makan

Kalian bangun rumah yang tidak kalian huni

Kaum sebelum kalian sudah mengumpulkannya dan sudah berangan-angan dengannya

Itu semua sebentar sampai apa yang kalian kumpulkan binasa

Angan-anganmu sia-sia

Rumahmu kuburanmu

Wahai rakyat Damaskus Ingatlah kaum Ad kaumnya nabi Hud yang sudah memenuhi bumi dengan harta dan anak keturunannya.

Siapakah yang ingin membeli warisannya kaum Ad kepadaku hanya dengan dua dirham?

Maka menangislah rakyat Damaskus sampai suara tangisannya terdengar dari luar masjid.

Sejak saat itu Abu Darda selalu berkeliling ke pasar mengingatkan mereka, menjawab pertanyaan mereka, mengajarkan agama dll.
Related Posts