Jika kamu dicaci apa yang akan kamu lakukan?

Rabiah bin ka’ab sahabat rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari bani Aslam yang tinggal di suffah masjid nabawi, beliau membantu rasulullah dalam kesehariannya selalu mendampingi rasulullah ketika siang hari dan apabila malam tiba setelah sholat isya’ beliau berjaga di depan pintu rasulullah takut rasulullah membutuhkannya di tengah malam.

Suatu ketika rasulullah shalallahu alaihi wasallam bertanya kepadanya: tidakkah engkau mau menikah? Rabiah pun menjawab: saya tidak ingin ada sesuatu yang menghalangiku untuk berkhidmah kepadamu ya rasulullah, saya juga tidak mempunyai mahar dan juga tidak mampu menghidupi istri. Rasulullah bertanya lagi : tidakkah engkau mau menikah? Rabiah pun menjawab dengan seperti jawaban pertamanya. Setelah itu terbersit di dalam hatinya rasa penyesalan dan berkata dalam hati ada apa denganmu Rabiah demi Allah Rasulullah lebih mengetahui apa yang terbaik untukmu, agamamu dan duniamu dartipada kamu. Maka bertekadlah apabila ditanya rasulullah untuk nikah akan memenuhinya.

Selang beberapa waktu rasulullah bertanya lagi tidakkah engkau menikah ya Rabiah? Dijawab: iya wahai rasulullah akan tetapi dengan siapa aku menikah sedangkan kondisiku seperti yang kamu ketahui. Rasulullah berkata: pergilah kepada keluarga fulan dan katakan kepada mereka bahwa rasulullah memerintahkan kalian untuk menikahkan aku dengan putri kalian. Rabiah mendatangi keluarga tersebut dengan rasa malu dan berkata: rasulullah mengutusku untuk kepada kalian untuk menikahkanku dengan putri kalian. Mereka menjawab : selamat datang rasulullah dan utusan rasulullah kemudian menerimanya. Rabiah datang kepada rasulullah dan menceritakannya kemudian bertanya: darimana saya mendapatkan mahar untuk menikahinya? Rasulullah memanggil Buraidah ibn hushoib (salah satu pembesar bani aslam) wahai Buraidah kumpulkan emas seberat biji kurma. Buraidah mengumpulkannya dan memberikannya kepada rasulullah. Rasulullah berkata kepada Rabiah pergilah dengan emas ini kepada mereka dan katakan ini adalah mahar putri kalian.  Mereka menerima mahar tersebut dan berkata : banyak sekali. Rabiah pergi kepada rasulullah dan berkata: darimana saya mendapatkan biaya untuk walimah? Rasul berkata kepada Buraidah: kumpulkan uang seharga kambing untuk walimahnya Rabiah. Belilah Buraidah kambing yang gemuk. Rasulullah berkata kepada Rabiah pergilah ke Aisyah dan katakana kepadanya untuk memberikan kepadamu gandum yang dia punya. Pergilah ke Aisyah dan Aisyah berkata ambillah tujuh sho’ gandum karena Cuma itu yang kita punya. Terlaksanalah pernikahan Rabiah dan walimahnya kemudian mengundang rasulullah dan beliau datang di walimahnya.

Rabiah ibn ka’ab diberikan tanah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disamping tanahnya abu bakar, suatu ketika terjadi perselisihan antara keduanya memperebutkan satu pohon kurma.
Rabiah berkata : itu punyaku, Abu bakar berkata: itu punyaku tumbuh di tanahku kemudian keluarlah dari mulut Abu bakar kata-kata yang tidak sukai kepada Rabiah. Setelah mengeluarkan kata-kata tersebut Abu bakar menyesal dan berkata: wahai Rabiah balaslah aku dengan kata-kata yang aku ucapkan sebagai qisos (balasan) atas ucapanku. Rabiah berkata: Tidak, demi Allah saya tidak akan mengucapkannya. Abu bakar mengadu kepada rasulullah karena Rabiah tidak mau membalasnya.
Ketika Abu bakar berjalan menuju rasulullah datanglah sekelompok bani aslam berkata: dia yang memulai mencacimu dan dia pula yang mendahuimu mengadu kepada rasulullah, mendengar perkataan tersebut menengoklah Rabiah ke mereka dan berkata: kalian tau siapa dia? Dia adalah Abu Bakar orang yang pertama masuk islam, pulanglah kalian sebelum dia melihat kalian dan mengira kalian berkumpul untuk menolong saya sehingga dia marah dan datang kepada nabi rasul sehingga rasul juga akan marah atas kemarahannya kalau sudah begitu Allah juga akan marah karena marahnya Abu bakar dan rasulullah, kalau itu terjadi hancurlah Rabiah, pulanglah kalian semua.

(winapurwokoadi.blogspot.com)

Ketika sampai di depan rasulullah abu bakar menceritakan kejadiannya. Rasulullah bertanya kepda Rabiah: ada apa antara kamu dengan abu bakar? Rabiah menjawab: wahai rasulullah dia ingin saya mengucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepadaku namun aku tidak mau melakukannya.
Rasulullah berkata: jangan kau ucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepada tetapi ucapkan semoga Allah mengampuni abu bakar. Rabiah berkata: semoga Allah mengampuni Abu bakar. Keduanya berjalan pulang dan abu bakar meneteskan air mata dan berkata: jazakallah khoir ya Robiah Jazakallah khoir ya Robiah.

Indah pelajaran yang Rasulullah dan para sahabatnya ajarkan kepada kita, semoga kita bisa mencontohnya. amin 

0 Response to "Jika kamu dicaci apa yang akan kamu lakukan?"

Post a Comment