Gubernur punya satu baju

Said ibn Amir Aljumahi gubernur himsa pada zaman kholifah Umar ibn Khottob. Himsa adalah daerah di syam, dikenal dengan nama kuwaifah karena penduduknya yang sering mengadukan gubernur dan pegawainya seperti halnya penduduk Kufah.

Suatu waktu Umar ibn khottob berkunjung ke Syam dan singgah di himsa untuk mengetahui keadaan rakyatnya, dia menanyai rakyatnya : bagaimana gubenur kalian? Rakyat Himsa mengadukan gubernurnya, mengadukan empat perbuatannya dimana satu perbuatan lebih dari yang lain.
Umar mengumpulkan rakyat Himsa dengan Said ibn Amir aljumahi gubernur mereka.

(ahmadgusaeri21.wordpress.com)

Umar berkata : wahai rakyat Himsa apa yang kalian adukan terhadap gubernur kalian?
Mereka berkata : gubernur kami tidak keluar kecuali di pertengahan siang hari
Umar berkata : wahai Said kenapa apa alasanmu sehingga engkau keluar pada mereka di pertengahan siang ?
Said terdiam sejenak dan berkata: demi Allah saya benci untuk mengatakannya akan tetapi saya harus mengatakannya. Saya keluar pada pertengahan siang karena saya tidak mempunyai pembantu untuk keluargaku, setiap pagi saya harus memasak untuk keluargaku dan membuat roti untuk mereka kemudian saya berwudhu dan keluar ke rakyatku.
Umar berkata: apa lagi yang kalian adukan?
Mereka berkata : dia tidak menerima tamu pada malam hari
Umar berkata : apa alasanmu ya Said?
Said menjawab : sebenarnya saya juga benci untuk mengatakannya tetapi saya harus mengatakannya, saya gunakan waktu siang saya untu rakyatku dan maam hari untuk Allah tuhanku.
Umar berkata : apalagi yang kalian adukan?
Mereka berkata : sehari dalam sebulan gubernur pasti absen tidak muncul kepada kami
Umar berkata : apalagi alasanmu Said?
Said berkata : saya tidak mempunyai pembantu wahai amirul mukminin, dan saya juga tidak mempunyai pakaian selain yang saya pakai maka setiap sebulan saya cuci sekali dan saya menunggunya sampai kering kemudian saya keluar ke rakyatku pada akhir siang.
Umar berkata : apalagi yang kalian adukan terhadap gubernur kalian?
Rakyat berkata : dia sering pingsan ketika berada di majlis kita
Umar pun bertanya : kalau yang ini kenapa Said?
Said ibn Amir menjawab : pada waktu saya masih musyrik saya melihat terbunuhnya Hubaib ibn Adi yang dibunuh orang kafir quraisy dengan dipotong-potong anggota tubuhnya seraya berkata: apakau engkau ingin Muhammada sebagai penggantimu? Hubaib menjawab: saya tidak mau diriku dan keluarku dalam keadaan aman sedangngkan Muhammad terkena tersakiti.
Saya pingsan karena teringat kejadian tersebut  dan saya tidak memberikan pertolongan kepada Hubaib saat itu, akankah Allah mengampuniku?
Umar berkata  : Alhamdulilah prasangku terhadap Said benar bahwa Said pemimpin yang baik.
Kemudian Umar memberika seribu Dinar kepada Said untuk memenuhi kebutuhannya. Ketika istrinya melihatnya dia berkata: Alhamdulillah yang memberikan kita kecukupa, belikan untuk kebutuhan kita dan sewa pembantu untu keluarga kita.
Said berkata kepada istrinya : apakah kamu mau yang lebih baik dari itu?
Istrinya menjawab : apa itu?
Said berkata : kita berikan kepada yang memberikan rizki ini karena kita lebih membutuhkanNya daripada rizki ini.
Istrinya berkata: siapa dia?
Said berkata : kita pinjamkan kepada Allah subhanahu wataala.
Istrinya berkata : jazakumullahu khoiran
Dan sebelum meninggalkan majlis tersebut dikumpulkannya uang dinar tersebut didalam kantong dan memanggil keluarganya : bagikan ini kepada janda dari keluaga fulan, bagikan ini kepada anak yatim dari keluarga fulan, bagikan ini kepada fakir keluarga fulan dan bagikan ini kepada miskin dari keluarga fulan.
Itulah Said ibn Amir Aljumahi yang lebih mendahulukan akhirat daripada dunia dan lebih mendahulukan Allah dan rasulnya daripada dirinya sendiri

0 Response to "Gubernur punya satu baju"

Post a Comment