Jika kamu dicaci apa yang akan kamu lakukan?
Thursday, 6 October 2016
Edit
Rabiah bin ka’ab sahabat
rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari bani Aslam yang tinggal di suffah
masjid nabawi, beliau membantu rasulullah dalam kesehariannya selalu
mendampingi rasulullah ketika siang hari dan apabila malam tiba setelah sholat
isya’ beliau berjaga di depan pintu rasulullah takut rasulullah membutuhkannya
di tengah malam.
Suatu ketika rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bertanya kepadanya: tidakkah engkau mau menikah?
Rabiah pun menjawab: saya tidak ingin ada sesuatu yang menghalangiku untuk
berkhidmah kepadamu ya rasulullah, saya juga tidak mempunyai mahar dan juga
tidak mampu menghidupi istri. Rasulullah bertanya lagi : tidakkah engkau mau
menikah? Rabiah pun menjawab dengan seperti jawaban pertamanya. Setelah itu
terbersit di dalam hatinya rasa penyesalan dan berkata dalam hati ada apa
denganmu Rabiah demi Allah Rasulullah lebih mengetahui apa yang terbaik
untukmu, agamamu dan duniamu dartipada kamu. Maka bertekadlah apabila ditanya
rasulullah untuk nikah akan memenuhinya.
Selang beberapa waktu rasulullah
bertanya lagi tidakkah engkau menikah ya Rabiah? Dijawab: iya wahai rasulullah
akan tetapi dengan siapa aku menikah sedangkan kondisiku seperti yang kamu
ketahui. Rasulullah berkata: pergilah kepada keluarga fulan dan katakan kepada
mereka bahwa rasulullah memerintahkan kalian untuk menikahkan aku dengan putri kalian.
Rabiah mendatangi keluarga tersebut dengan rasa malu dan berkata: rasulullah
mengutusku untuk kepada kalian untuk menikahkanku dengan putri kalian. Mereka menjawab
: selamat datang rasulullah dan utusan rasulullah kemudian menerimanya. Rabiah
datang kepada rasulullah dan menceritakannya kemudian bertanya: darimana saya
mendapatkan mahar untuk menikahinya? Rasulullah memanggil Buraidah ibn hushoib (salah
satu pembesar bani aslam) wahai Buraidah kumpulkan emas seberat biji kurma. Buraidah
mengumpulkannya dan memberikannya kepada rasulullah. Rasulullah berkata kepada
Rabiah pergilah dengan emas ini kepada mereka dan katakan ini adalah mahar putri
kalian. Mereka menerima mahar tersebut
dan berkata : banyak sekali. Rabiah pergi kepada rasulullah dan berkata:
darimana saya mendapatkan biaya untuk walimah? Rasul berkata kepada Buraidah:
kumpulkan uang seharga kambing untuk walimahnya Rabiah. Belilah Buraidah
kambing yang gemuk. Rasulullah berkata kepada Rabiah pergilah ke Aisyah dan katakana
kepadanya untuk memberikan kepadamu gandum yang dia punya. Pergilah ke Aisyah
dan Aisyah berkata ambillah tujuh sho’ gandum karena Cuma itu yang kita punya. Terlaksanalah
pernikahan Rabiah dan walimahnya kemudian mengundang rasulullah dan beliau
datang di walimahnya.
Rabiah ibn ka’ab diberikan tanah
oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disamping tanahnya abu bakar, suatu
ketika terjadi perselisihan antara keduanya memperebutkan satu pohon kurma.
Rabiah berkata : itu punyaku, Abu
bakar berkata: itu punyaku tumbuh di tanahku kemudian keluarlah dari mulut Abu
bakar kata-kata yang tidak sukai kepada Rabiah. Setelah mengeluarkan kata-kata
tersebut Abu bakar menyesal dan berkata: wahai Rabiah balaslah aku dengan kata-kata
yang aku ucapkan sebagai qisos (balasan) atas ucapanku. Rabiah berkata: Tidak,
demi Allah saya tidak akan mengucapkannya. Abu bakar mengadu kepada rasulullah
karena Rabiah tidak mau membalasnya.
Ketika Abu bakar berjalan menuju
rasulullah datanglah sekelompok bani aslam berkata: dia yang memulai mencacimu
dan dia pula yang mendahuimu mengadu kepada rasulullah, mendengar perkataan
tersebut menengoklah Rabiah ke mereka dan berkata: kalian tau siapa dia? Dia adalah
Abu Bakar orang yang pertama masuk islam, pulanglah kalian sebelum dia melihat
kalian dan mengira kalian berkumpul untuk menolong saya sehingga dia marah dan
datang kepada nabi rasul sehingga rasul juga akan marah atas kemarahannya kalau
sudah begitu Allah juga akan marah karena marahnya Abu bakar dan rasulullah,
kalau itu terjadi hancurlah Rabiah, pulanglah kalian semua.
(winapurwokoadi.blogspot.com)
Ketika sampai di depan rasulullah
abu bakar menceritakan kejadiannya. Rasulullah bertanya kepda Rabiah: ada apa
antara kamu dengan abu bakar? Rabiah menjawab: wahai rasulullah dia ingin saya
mengucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepadaku namun aku tidak mau
melakukannya.
Rasulullah berkata: jangan kau
ucapkan kata-kata seperti yang dia ucapkan kepada tetapi ucapkan semoga Allah
mengampuni abu bakar. Rabiah berkata: semoga Allah mengampuni Abu bakar. Keduanya
berjalan pulang dan abu bakar meneteskan air mata dan berkata: jazakallah khoir
ya Robiah Jazakallah khoir ya Robiah.
Indah pelajaran yang Rasulullah dan para sahabatnya ajarkan kepada kita, semoga kita bisa mencontohnya. amin
Related Posts
