Masihkah anda berharap menjadi orang kaya setelah?
Wednesday, 5 October 2016
Edit
Ketika ada orang kaya yang bergelimang harta,
segala yang diinginkan dia punya, rumah mewah, mobil mewah dll. Maka orang yang
melihatnya terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang yang ingin memiliki
seperti yang dia miliki. APAKAH ANDA TERMASUK GOLONGAN INI? Golongan kedua akan
mengatakan pahala dari Allah lebih baik dari harta yang dimiliki orang kaya
tersebut.
(yofianto.blogspot.com)
Qorun adalah salah satu kaumnya nabi Musa ahli
tafsir ada yang mengatakan bahwa dia adalah sepupunya nabi Musa yang bernama Munawwir
(bercahaya) karena lembut suaranya ketika membaca taurat. Allah memberikan
kepadanya kenikmatan harta yang melimpah ruah, setiap hartanya disimpan dan
memiliki kunci tersendiri dimana setiap kunci disimpan dalam peti masing-masing,
ukuran kuncinya dikisahkan seukuran dengan jari manusia dan karena banyaknya
kunci tersebut membuat orang yang kuat saja tidak mampu untuk mengangkatnya. Apabila
melakukan perjalanan kuncinya diangkut dengan enam puluh ekor onta. bersenang-senanglah
qorun dengan harta yang dimilikinya tidak bersyukur kepada Allah melainkan menyombongkannya
kepada masyarakatnya sehingga terjadi kerusakan di muka bumi ini.
Ketika Qorun sudah terbuai dengan
hartanya datanglahh berapa orang dari kaumnya memberinya nasehat, janganlah
bersenang-senang dan jangan terlalu gembira karena Allah tidak menyukai orang
yang bersenang-senang (tidak menyukai orang yang tidak bersyukur) ingatlah bahwa
hartamu berasal dari Allah maka pergunakanlah harta melimpah yang telah Allah
berikan kepadamu untuk ketaatan kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya
dengan berbagai macam ibadah untuk mendapatkan pahala dari Allah.
Qorun pun dengan sombongnya menjawab
nasihat kaumnya tersebut dengan berkata: saya tidak membutuhkan omongan kalian.
Allah memberikan harta kekayaan ini karena Allah mencintai saya dan mengetahui
bahwa saya berhak mendapatkan harta tersebut. Apakah dimasa sekarang ada yang
berkata seperti ucapannya Qorun? Andalah yang mengetahuinya.
Allah pun langsung menjawab
dengan firmannya: tidakkah dia mengetahui bahwa Allah telah menghancurkan kaum yang
lebih kuat dan lebih kaya dari qorun pada zaman sebelumnya?.
Suatu ketika Qorun keluar ke khalayak
ramai dengan pakaian kebesarannya, perhiasan yang mewah kendaraan yang mewah
serta pembantu-pembantunya diajak keluar semua, ada yang menyebutkan bahwa
panjang baju kebesarannya dari kakinya lebih dari satu meter untuk menunjukkan
betapa banyaknya hartanya.
Orang yang melihat Qorun ketika itu terbagi
menjadi dua golongan, golongan pertama melihat dengan pandangan dunia. Merekapun
berkata seandainya saya diberi seperti yang Allah berikan kepada Qorun dialah
manusia yang paling beruntung di dunia ini. Sedangkan golongan kedua yaitu
golongan orang yang berilmu ketika mendengar perkataan golongan pertama mereka
pun berkata: ada apa dengan kalian? Pahala dari Allah untuk orang-orang mukmin
di akhirat kelak lebih baik dari apa yang kalian lihat.
Allah mengadzab Qorun dengan menyuruh
bumi untuk menelannya beserta dengan harta dan rumahnya dan tidak ada
seorangpun yang menolongnya. Maka, golongan yang mencintai dunia yang
menginginkan diberi harta seperti Qorun berkata : Allah memberikan kepada
hambanya yang Dia kehendaki, seandainya kemarin kita diberi Allah harta sepeti
yang Allah berikan kepada Qorun maka kita juga akan ditelan bumi.
Itulah Qorun dengan hartanya dan orang yang mencintai dunia ketika melihat orang kaya. Sebagai pelajaran bagi kita agar tidak mencontoh Qorun dan juga tidak berangan-angan seperti kelompok yang mencintai dunia daripada akhirat.
Related Posts
